string(2) "23" DIVHUBINTER
Header
Interpol

Workshop INTERPOL untuk kawasan Amerika dan Asia Tenggara tentang analisa intelijen kriminal

MONTREAL, Kanada - Lebih dari 50 pejabat penegak hukum senior dari Amerika dan Asia Tenggara berkumpul di Montreal dalam suatu kegiatan Workshop Intelijen Kriminal yang berfokus pada pemberantasan perdagangan narkoba dan kejahatan terorganisir.

 

Workshop  tiga hari ini (5-7 Maret) diselenggarakan oleh INTERPOL yang bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Internasional Kanada dan National Central Bureau (NCB INTERPOL) di Ottawa, juga menyoroti isu-isu pemerantasan terorisme (counter-terrorism) dan hubunganya dengan jenis kejahatan lainnya.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian pada skala perdagangan gelap narkoba dan kejahatan terorganisir, berbagi perspektif nasional tentang analisis intelijen kriminal terkini dan melihat pada perangkat hukum serta aspek operasional dari kerjasama internasional dan bantuan timbal balik (mutual assistance). para peserta mempelajari teknik analisis umum, mempertimbangkan sarana teknologi terbaru dan mendiskusikan aplikasi praktis dari analisis intelijen di kawasan ini.

"Intelijen adalah kunci untuk setiap jenis investigasi, apakah itu di bidang counter-terrorism, kejahatan terorganisir atau perdagangan narkoba," kata Jean-Michel Louboutin, INTERPOL’s Executive Director of Police Services.

"Saya melihat para ahli yang berdedikasi dan profesional, berasal dari latar belakang yang berbeda dan dari kawasan yang berbeda pula di dunia, berkumpul untuk tujuan bersama: membuat kerjasama internasional terbaik untuk mengatasi ancaman-ancaman transnasional," kata Mr Louboutin.

Dengan menyatukan aparat penegak hukum dari berbagai kawasan untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas analisis, standarisasi bagaimana intelijen kriminal digunakan di seluruh dunia dan mempromosikan kerjasama internasional.

"Memerangi jenis kejahatan ini membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dan berdasar intelijen. Dialog dengan mitra internasional memungkinkan kita untuk mendapat gambaran yang lebih komprehensif dari lanskap kejahatan terorganisir, "kata RCMP Commissioner Bob Paulson, yang juga sebagai Delegasi untuk Amerika pada Komite Eksekutif INTERPOL.

"Melalui pertukaran dengan komunitas kepolisian yang lebih besar, kita bisa saling meningkatkan analisis kita, teknik investigasi dan preventif dengan bersama-sama memerangi kriminalitas pada tingkat tertinggi dalam lingkup internasional.''

"Program pengembangan kapasitas ini akan memperkuat keterampilan komunitas penegak hukum internasional, dalam rangka meningkatkan kemampuan kolektif kita untuk memanfaatkan praktik terbaik dalam pengolahan dan berbagi intelijen kriminal. Tujuan utamanya adalah untuk menggunakan keterampilan tersebut dalam melakukan investigasi-investigasi operasional dari INTERPOL Red Notice yang ditargetkan dan investigasi kriminal lainnya, " kata Dale Sheehan, INTERPOL’s Director of Capacity Building and Training.

Negara dan wilayah yang menghadiri workshop ini adalah: Anguilla, Antigua dan Barbuda, Bahama, Barbados, Belize, Bermuda, Kepulauan Virgin Inggris, Cayman Islands, Kolombia, Kosta Rika, Curaçao, Republik Dominika, Dominica, El Salvador, Indonesia, Jamaika, Malaysia, Nikaragua, Panama, Filipina, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Sint Maarten, Saint Vincent dan Grenadines, Thailand, Trinidad dan Tobago, dan Turks dan Caicos.(ICPO-INTERPOL)