string(2) "19"
Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/hubinter/public_html/dhi/viewBerita.php:3) in /home/hubinter/public_html/dhi/header.php on line 3

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/hubinter/public_html/dhi/viewBerita.php:3) in /home/hubinter/public_html/dhi/header.php on line 6
DIVHUBINTER
Header
Kesepakatan Bersama

Kesepakatan Bersama (SOMTC) Ke-6 di Denpasar - Bali

ASEAN Senior Official Meeting on Transnational Crime (SOMTC) merupakan forum kerjasama negara-negara ASEAN dalam memberantas kejahatan transnasional. Pertemuan SOMTC diselenggarakan setiap tahun secara bergiliran di tiap-tiap negara anggota ASEAN. Hasil dari pertemuan SOMTC selanjutnya akan dibawa ke pertemuan tingkat Menteri (ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime-AMMTC) untuk dibahas lebih lanjut dan disahkan. Dalam pertemuan AMMTC ke-2 di Kuala Lumpur, Malaysia telah disepakati delapan jenis kejahatan transnasional yang dianggap berdampak serius di kawasan Asia Tenggara dan memerlukan perhatian serta kerjasama yang serius dari negara-negara anggota ASEAN. Kedelapan jenis kejahatan transnasional tersebut yaitu : Illicit Drug Trafficking, Trafficking in Persons Especially Women and Children, Sea Piracy and Armed Robbery at Sea, Arms Smuggling, Terrorism, Money Laundering, International Economic Crime dan Cyber Crime.

Seiring dengan perkembangan kedelapan kejahatan transnasional tersebut, pertemuan SOMTC ke-5 di Kamboja 2005 menyepakati dari 8 issue kejahatan transnasional, empat jenis kejahatan yang menjadi prioritas yaitu terrorisme, perdagangan gelap narkotika, perdagangan manusia, dan pencucian uang.

Pertemuan SOMTC ke-6 kali ini dirangkaikan dengan pertemuan SOMTC+1 yaitu +China, +Jepang, + Korea Selatan dan +Australia serta SOMTC+3 yaitu +China, Jepang dan Korea Selatan. Sebelum acara SOMTC dimulai terlebih dahulu diselenggarakan kegiatan Workshop dan Working Group pada tanggal 5-6 Juni 2006 yaitu:

  1. Workshop tentang Pengumpulan Data & Statistik perdagangan manusia dan sebelum penutupan SOMTC ke-6 diselenggrakan peluncuran buku yang terkait dengan data perdagangan manusia.
  2. Working Group tentang Counter Terrorime.
  3. Working Group tentang Perdagangan Manusia.
  4. Working group tentang Finalisasi Program Kerja SOMTC+3

Workshop tentang Pengumpulan Data & Statistik perdagangan manusia
Pra SOMTC diawali dengan Workshop tentang Pengumpulan Data & Statistik perdagangan manusia pada tanggal 5 Juni 2006. Workshop dibuka oleh Kabareskrim Polri selaku ketua SOMTC Indonesia. Ada dua belas rekomendasi dihasilkan dalam workshop ini yaitu:

  1. Negara tujuan menginformasikan segera kepada Kedutaan atau Konsulat negara asal/pengirim guna melakukan tindakan terhadap adanya dugaan kekerasan, pelaku dan para korban sesuai mekanisme internasional.
  2. Melaksanakan pelatihan bagi para aparat penegak hukum, polisi, jaksa dan hakim untuk lmeningkatkan sensitivitas terhadap isu pelanggaran terhadap wanita dan anak-anak.
  3. Mengkriminalisasikan segala bentuk eksploitasi seksual termasuk perdagangan manusia sesuai Deklarasi ASEAN mengenai Perlawanan terhadap Perdagangan Manusia khususnya terhadap Wanita dan Anak-anak serta Konvensi PBB termasuk Protokolnya mengenai Perlawanan terhadap Kejahatan Terorganisir.
  4. Memberikan perlindungan terhadap para saksi dan korban perdagangan manusia melalui langkah-langkah yang efektif guna memfasilitasi proses repatriasi, rehabilitasi, akses ke tempat-tempat penampungan, bantuan hukum dan kesehatan, psikologi, sosial dan ekonomi, serta kemungkinan mendapatkan kompensasi atas kerugian yang diderita.
  5. Memfasilitasi kerjasama pertukaran informasi dan intelijen, Bantuan Hukum Timbal Balik dibidang Kejahatan, pengembangan legislasi, bantuan investigasi dan melakukan penandatangan kesepakatan-kesepakatan bilateral dan multilateral yang sesuai dengan UU nasional masing-masing.
  6. Menetapkan definisi dan parameter “perdagangan manusia” dengan mengacu pada Protokol Palermo yang dapat digunakan sebagai Standard Regional guna pengumpulan data pada level nasional.
  7. Melakukan kerjasama dengan proses regional lainnya seperti Bali Process, Konsultasi Antar Pemerintah Asia Pasifik (APC) mengenai pengungsi, migrant and orang terlantar, Budapest Process, dan Coordinated Mekong Ministerial Initiatives against Trafficking (COMMIT), guna meningkatkan upaya-upaya ASEAN dalam memberantas perdagangan manusia.
  8. Membentuk suatu mekanisme pengumpulan data secara kualitataif maupun kuantitatif guna mencegah perdagangan manusia khususnya wanita dan anak-anak serta mencegah mereka menjadi korban lagi.